July 25, 2023

[Inspirasi] Tips Mengelola Waktu & Energi untuk Bisnis, Belajar, dan Keluarga ala Dr. Indrawan Nugroho

Tips Mengelola Waktu dan Energi untuk Bisnis dan Keluarga 

Ada yang belum kenal Dr. Indrawan Nugroho ? ini dia profilnya.

"Beliau merupakan CEO sekaligus founder Corporate Innovation Asia (CIAS). CIAS sendiri merupakan perusahaan yang bergerak untuk bidang jasa jasa konsultasi inovasi. Nantinya mereka akan membantu perusahaan atau sekelompok orang yang ingin merancang dan mengembangkan inovasi baru. 

Sehingga kinerja perusahaan terkait bakalan berkembang dan menjadi bisnis yang menjanjikan. Tentunya kamu tahu kalau saat ini peluang untuk berwirausaha atau berbisnis memang cukup besar namun nggak semua orang mengerti tentang apa saja hal yang perlu disiapkan dan dikembangkan. Jelas saja keberadaan perusahaan ini sangat penting di masyarakat. 

Indrawan Nugroho lahir pada pada tanggal 8 November 1976 di Jakarta. Dr Indrawan ini lebih sering dipanggil dengan nama Mas Indra. Beliau sekarang berumur sekitar 46 tahunan dan sudah memiliki empat orang anak dan istri yang bernama Nina Septiana. Selain memiliki jiwa yang inovatif, beliau merupakan seseorang yang hangat dan penyayang dengan keluarganya. 

Indrawan Nugroho merupakan orang yang tertarik dalam bidang psikologi sehingga mempengaruhi mindset yang dimilikinya. Beliau sangat percaya mengenai pengembangan diri dan titik kesuksesan maupun kegagalan seseorang sehingga beliau memiliki motivasi tinggi dalam mengembangkan inovasi. Beliau percaya bahwa semua orang punya jatah sukses dan gagalnya masing-masing."

- Dikutip dari Blibli.com -

Dalam channel youtube-nya, Dr. Indrawan Nugroho membagi tips untuk mengelola waktu, aktivitas dan energi, sehingga bisa untuk memulai bisnis, belajar mengajar dan tetap memiliki waktu untuk keluarga. 

Cara mengelola waktu dan energi agar bisa melakukan banyak hal dalam waktu yang terbatas sangatlah pribadi dan setiap orang memiliki caranya sendiri, dan itu baik. Simak caranya menurut Dr. Indrawan. 

Mengetahui batasan diri 

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi apa yang disukai dan tidak disukai untuk mengetahui batasan-batasan diri. Selanjutnya, tentukan prioritas dalam hidup dan pekerjaan, serta pahami kekuatan yang bisa digunakan untuk mencapai prioritas tersebut. Misalnya, bagi Dr. Indrawan, prioritas utamanya adalah memastikan bisnisnya berkembang dan ia juga ingin terus tumbuh secara pribadi. Selain itu, ia sangat menghargai quality time dengan keluarga, bukan hanya kualitas tetapi juga kuantitas waktu bersama.

Identifikasi kelebihan dan kelemahan pribadi

Selain itu, penting untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan pribadi agar bisa membuat perencanaan dan strategi yang tepat. Tidak perlu mencoba melakukan semua sendiri karena manusia memiliki batasan dan bisa mengalami kelelahan atau breakdown jika terlalu memaksakan diri. Jika ada hal yang tidak disukai atau tidak memiliki kemampuan dalam melakukannya, lebih baik delegasikan tugas tersebut kepada orang lain yang bisa membantu.

Investasikan waktu dan sumber daya untuk mebangun Tim 

Membangun Tim baik di kantor maupun di rumah, akan membantu melaksanakan tugas-tugas yang tidak sesuai dengan fokus utama, sehingga Anda bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Terakhir, bangun sistem yang baik untuk menjaga efisiensi dan ketertiban dalam melaksanakan tugas-tugas. Sistem ini akan membantu semua anggota tim menjalankan peran mereka dengan baik, baik di rumah maupun di kantor, sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

Dalam mengelola waktu dan energi, prioritas masing-masing individu berbeda-beda. Yang terpenting adalah mencari cara yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pribadi. Tetaplah bersyukur dan berdoa agar dapat mengelola aktivitas, waktu, dan energi dengan sebaik-baiknya dan menikmati kehidupan sekarang tanpa perlu menunda-nunda.

Sumber : Channel youtube Dr. Indrawan Nugroho 

#PengelolaanWaktu #Efisiensi #Produktivitas #Bisnis #Belajar #Keluarga #QualityTime #Prioritas #Strategi #Tim #PengembanganDiri

July 24, 2023

[Worklife] Kekuatan Introvert di Tempat Kerja, Atasi Tantangan #IntrovertPower

Introvert di Tempat Kerja: Kekuatan Introvert di Tempat Kerja, Atasi Tantangan

Menurut sudut pandang Ahjumma, menjadi introvert di tempat kerja itu seperti main game di level "hard" tanpa melalui tahap latihan dan level 'beginner'. Pernah gak merasa canggung tiba-tiba saat harus ikut berbincang dengan geng kantor? atau merasa deg-degan saat di ruang rapat semua mata memandang seakan mau menerkam? ya, seperti itulah hidup seorang introvert di tempat kerja. 

Orang sering menyamakan introvert dengan antisosial. itu sama sekali berbeda ya. Energi seorang introvert cepat habis saat terlalu banyak berinteraksi. Setelah berbincang dengan banyak orang, rasanya seperti baterai HP yang merosot dengan cepat dari 100% ke 3%. Saat ini terjadi, maunya time out, di satu sudut kantor sambil menarik napas panjang. tapi sayangnya, aktivitas di tempat kerja seringkali terlalu padat, jungkir balik non stop, ada rapat, ada presentasi, belum kalau ada rekan kerja yang mengajak chit-chat, acara dadakan, capek ya Bund!

Lucunya lagi, orang suka salam paham. Kalau si introvert diam, dikira jutek. kalau mendengarkan komentar orang tanpa banyak komentar, malah dikira tidak peduli. kalau tidak ikut gabung 'guyub' dengan geng kantor, dibilang kurang kolaboratif. padahal, diamnya seorang introvert itu justru karena sedang mengelola ide-ide baru dan melakukan analisa mendalam, sambil menahan untuk tidak membicarakan hal yang aneh-aneh. 
 
Makanya, jangan salah loh, Introvert itu diam-diam keren kalau soal kualitas kerja. Mereka detail, penuh perhatian, dan idenya bisa bikin orang bilang “Lah kok gue gak kepikiran ya?”. Mereka bukan tipe yang ribut tapi kosong. Mereka itu tenang di luar, badai kreativitas di dalam. [asik.]

"Setiap introvert bisa bersinar tanpa harus berubah jadi ekstrovert".

Seorang introvert bisa memilih cara yang paling nyaman. Mau menyampaikan ide lewat tulisan?  Bisa banget. Mau nongol di rapat setelah siap mental dan materi? bisa banget. Dia tetap muncul sebagai diri sendiri,tidak memaksakan menjadi orang lain.

Bekerja itu bukan lomba siapa paling heboh. Bukan juga kompetisi siapa paling sering makan siang rame-rame di luar kantor. Dunia kerja justru butuh orang-orang yang bisa berpikir jernih di tengah kebisingan. Yang bisa mendengarkan dulu sebelum bicara. Yang mengamati sebelum mengambil tindakan. Itu kekuatan Introvert di tempat kerja, beb!

Ahjumma ingat satu hal tentang para introvert entrepreneur dan budak korporat:
"Mereka tidak perlu berbicara keras-keras untuk didengar."
"Kadang suara paling pelan pun bisa mengubah arah satu ruangan."
Introvert itu bukan karakter sampingan dalam drama perkantoran.Mereka itu tokoh utama dalam ceritanya sendiri [ingat buku The courage to disliked?]. Mereka tidak perlu mengubah apa pun, cukup menjadi dirinya sendiri.

Recharge energy di toilet atau pantry ? Itu sanctuary sejuta umat buat para introvert! 😂☕💖

#IntrovertPower #DiamBukanBerartiLemah #KalianHebat #KerjaDenganHati #AhjummaCurhat #PejuangKantoran #SenyumTipisPrestasiManis ✨

[Worklife] Konflik di Tempat Kerja bikin kamu "silent resign" ?

Menyelesaikan konflik di tempat kerja dengan bijak tanpa harus silent resign

Silent resign, atau diam-diam berhenti dari  pekerjaan tanpa pemberitahuan, seringkali menjadi pilihan untuk keluar dari konflik atau dari ketidaknyamanan di tempat kerja. padahal, tindakan ini justru akan merusak profesionalisme dan risiko pada hubungan kerja setelahnya. 

Risikonya apa saja ? 

Sudah jelas "silent resign' merupakan hal yang tidak profesional. diam-diam berhenti tanpa pemberitahuan merupakan tindakan yang tidak menghormati perusahaan dan rekan kerja. Karyawan yang melakukan "silent resign" bisa ditandai sebagai orang yang tidak bertanggung jawab, menghambat peluang karir selanjutnya. selain itu, gaji terakhir, uang cuti, dan kompensasi lain yang seharusnya diterima bisa otomatis hangus jika proses keluarnya tidak sesuai dengan aturan perusahaan atau kontrak kerja

Membuka ruang dialog itu penting.

Dengan terbukanya ruang dialog antara karyawan dan HRD, masalah yang tampak rumit bisa dibahas dan dicari solusi bersama-sama. Selain itu, bisa mencegah burnout dan frustrasi. Dengan berbicara, pekerja bisa mendapat dukungan dan pengertian, mengurangi tekanan mental. Komunikasi jujur membantu membangun kembali kepercayaan dan menghargai satu sama lain.
Bahkan jika melibatkan pihak serikat pekerja, karyawan bisa mendapatkan pendampingan yang layak.

Bagaimana langkah-langkahnya? 

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah Refleksi Diri. menyelami alasan mengapa ingin berhenti atau merasa tidak nyaman. Tanyakan pada diri sendiri, apakah masih bisa diperbaiki ? 
  2. Sampaikan keluhan atau ketidaknyamanan dengan santun dan jelas kepada HRD.
  3. Lakukan pendekatan ke orang yang dipercaya, seperti mentor atau rekan kerja, atau bahkan serikat pekerja untuk sudut pandang yang berbeda.
  4. Jika tetap memilih berhenti, lakukan dengan sopan dan sesuai aturan, tetap menjaga hubungan baik.
Dampak Positif dari cara komunikasi ini adalah :
Jadi, sebelum memutuskan untuk diam-diam berhenti kerja tanpa pemberitahuan ke pihak HRD alias melakukan 'silent resign', pertimbangkan dulu untuk membuka pintu dialog dengan pihak HRD kalau perlu dengan pendampingan dari pihak serikat pekerja untuk mendapatkan solusi bersama-sama. cara keluar yang baik dari perusahaan akan berdampak pada karir kita ke depannya. 

#SilentResign
#ResignDenganBijak

[Worklife] Kaum Marginal Bisa Sukses Dalam Karir? #BeyondLimits

Kaum Marginal di Tempat Kerja

Familiar dengan istilah Kaum Marginal? kali ini kita bahas di tempat kerja. tidak semua pekerja mendapatkan perlakuan yang sama. Ada yang sering menghadapi perlakuan tidak adil dan kesempatan yang tidak sama. nah, ini yang disebut kaum marginal.
Kaum Marginal bisa terbentuk karena perbedaan ras, etnis, gender, agama, kondisi fisik, pendidikan, atau latar belakang ekonomi mereka. Situasi ini bisa mempengaruhi karier dan kesehatan mental mereka.

Siapa saja yang termasuk Kaum Marginal?

Kaum marginal adalah pekerja yang tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Contohnya, orang dari kelompok etnis tertentu yang sering dipandang dengan stereotip tertentu. Perempuan juga sering kesulitan saat ingin naik ke posisi karir yang lebih tinggi atau mendapatkan penghasilan yang sama dengan pria. Orang dengan disabilitas atau kondisi fisik khusus, harus berusaha lebih keras agar bisa mendapatkan akses fasilitas dan pekerjaan yang setara dengan orang kebanyakan. Pekerja dengan keyakinan agama minoritas juga sering dimarginalisasi. Pekerja dari keluarga miskin juga, kesulitan mendapatkan pendidikan yang baik, sehingga peluang karir mereka menjadi kecil. Termasuk orang yang memiliki later belakang pendidikan yang berbeda dari orang kebanyakan, bisa mendapatkan diskriminasi secara tersembunyi, atau di marginalisasi.

Sisi positif menjadi Kaum Marginal

Hal positif saat menjadi kaum marginal adalah Pengalaman mereka dimarginalisasi membuat mereka punya sudut pandang berbeda. Ide-ide baru bisa timbul dan membantu kreativitas dan inovasi di tempat kerja. Tantangan yang dihadapi setiap hari membuat mereka jadi lebih kuat, tidak mudah menyerah, dan biasanya lebih peka terhadap isu sosial dan mendorong keadilan. Di tempat kerja, kaum marginal seringkali terdorong untuk membangun komunitas kecil yang saling mendukung.

Sisi lain menjadi Kaum Marginal (tantangan)

Ada banyak tantangan, yaitu Diskriminasi yang halus maupun nyata, masih sering terjadi. Seringkali tidak mendapat promosi, pengakuan, atau fasilitas yang layak. Situasi ini bisa membuat mereka stres dan berpengaruh pada kesehatan mentalnya. Selain itu, akan sulit berkembang karena sering diragukan simply berdasarkan 'prasangka' atau prejudice, tanpa melihat kemampuan mereka.

Bisakah Mereka Sukses dalam Karier?

Tentu saja IYA. Kesuksesan tidak tergantung pada asal-usul, latar belakang atau kondisi fisik. Kemampuan, passion yang tinggi untuk belajar, dan sikap hidup lah yang menjadi penentu. Banyak contoh orang dari kaum marginal telah berhasil mencapai posisi penting dan menjadi pemimpin. Perusahaan yang menciptakan lingkungan inklusif dan adil bisa membuat karir kamu marginal menjadi sukses. Peranan atasan yang supportive sangat penting untuk merealisasikan kesuksesan mereka. 

Oleh karena itu, apakah kaum marginal bisa sukses dalam karir? jawabannya YES. 

#SuccessStories #InklusiKerja #BeyondLimits #KarirInspiratif #KesuksesanKaumMarginal #Empowerment #DiversityAtWork #BerhasilMelewatiTantangan #BreakingBarriers #InspirasiKerja

[worklife] Panduan Super Mom: Sukses Raih Work-Life Balance !!

Work-life Balance 

Merupakan konsep keseimbangan antara kehidupan profesional (worklife) dengan kehidupan pribadi atau keluarga (personal life). Bagi ibu-ibu muda yang bekerja, konsep ini relate banget karena sering dituntut untuk berperan ganda sebagai seorang pekerja sekaligus sebagai seorang ibu. 

©freepik.com
Juggling atau pergumulan antara tanggung jawab profesionalisme pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa menimbulkan pressure atau tekanan tersendiri, tetapi dengan konsep work-life balance yang seimbang, kesejahteraan dan kebahagiaan tetap bisa diperoleh.

Berikut adalah beberapa aspek penting dalam mencapai work-life balance bagi ibu muda yang bekerja:

1. Menetapkan Skala Prioritas: 

Pahami apa yang benar-benar penting bagi Ibu muda diantara semua peran yang dijalani sebagai ibu dan pekerja. buat skala prioritas 1-10, mana yang harus didahulukan diantara agenda harian kita.

2. Jadwal Kerja yang flexible: 

Manfaatkan kesempatan untuk mendapatkan fleksibilitas dalam jadwal kerja, misalnya, ada pilihan WFH (work from home), atau WFA (work from anywhere) bisa dimanfaatkan dengan bekerja dari rumah atau mengatur jam kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga.

3. Menetapkan Batas Waktu: 

Tetapkan batas waktu yang jelas antara waktu kerja dan waktu untuk keluarga serta diri sendiri. Usahakan untuk tidak membawa pekerjaan ke rumah atau sebaliknya. begitu kita memasuki rumah, maka semua aktivitas kita adalah untuk rumah dan keluarga.

4. Pasangan dan Keluarga yang supportive : 

Sering berdiskusi dengan pasangan atau keluarga tentang kebutuhan dan harapan supaya bisa mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan sangat membantu.

5. Fasilitas dan Program Perusahaan yang mendukung work-life balance: 

Manfaatkan semua fasilitas perusahaan seperti cuti hamil, cuti melahirkan, atau fasilitas penitipan anak yang dapat membantu Anda mencapai work-life balance. Program WFA/WFH, atau bahkan kebijakan flexibilitas jam kerja sangat mendukung kesuksesan work-life balance kita. 

6. Menjaga kesehatan fisik dan mental diri : 

Alokasikan waktu untuk me-time, hobi, atau aktivitas yang membantu kita merasa bahagia dan terjaga keseimbangan emosional.

7. Jangan Kebablasan: 

Proses mencapai work-life balance tidak selalu sempurna. Jangan kebablasan jika ada momen ketika keseimbangan ini terganggu, tetaplah berusaha untuk kembali pada jalur yang benar.

Work-life balance bisa menjadi tantangan tersendiri bagi ibu muda yang bekerja di kantor atau sektor swasta, namun dengan perencanaan yang baik, dan pemanfaatan fasilitas serta dukungan yang tepat, maka keseimbangan itu bisa dicapai. yaitu keseimbangan antara karier yang sukses dan kebahagiaan dalam keluarga dan kehidupan pribadi. [Amiin.]

#IbuKarierHebat #WorkLifeBalance #KeseimbanganKehidupan #SuksesIbuMuda #KeluargaBahagia #KarierMenginspirasi #LifeGoals #KesejahteraanKeluarga #WomenEmpowerment #KuatDanBerdaya

Latest Post

[Worklife] Temanmu betah lama di tempat kerjanya? Kok bisa? Simak rahasianya!

Temanmu betah lama di tempat kerjanya? Kok bisa? Simak rahasianya! Kehadiran seseorang di tempat kerja setiap hari, bukan hanya untuk bekerj...